Welcome to my Blog !!

Say what you want to say when you have time

一个人长大


看天边一朵白云
就像另一个自己
在天空的梦幻里
想到那不知名的远方去
我常常自言自语
看风起数雨滴
心事写进日记
人们不一定会相信
我莫名其妙的忧郁的哭泣
我一个人长大
你也这样吧
面对这世界偶尔会害怕
谁陪我的寂寞
谁听我的诉说
谁能给我回答
你会懂我吗
沉默的内心微小的变化
这天地多辽阔
看不见小的我
从手心开出的
美丽的花
我们都一样吧
努力让这世界感到惊讶


Sep 12, 2009 Posted by hendragoh | Lyrics, My Story, Poem | | No Comments Yet

Musuh ter besar

Ber hari – hari,  berbulan – bulan bahkan bertahun – tahun lamanya

Ku mencari musuh terbesar…..

Ku mencari…    Ku temukan bahkan ku anggap

Ku taklukan dengan segenap tenaga

Menang utuh ku dapat di mata namun remuk jauh di hati

Ku mencari dan mencari lagi

Ku temukan dan ku anggap lagi

Berharap Menang utuh di mata dan hati

Namun kenyataan sebalik nya…

Ku berjuang sekuat tenaga dan hati..

Mencari segara celah di hati namun tak ku temui

Semakin berharap semakin Menjauh…

Ku sadari Satu hal…

Bukan menang yang menjauhi ku

tapi saya yang menjauhi nya

Musuh ter besar bukan di mana – mana

namun di depan anda

yaitu anda sendiri

Jun 16, 2009 Posted by hendragoh | My Story, Poem | | No Comments Yet

Jika aku bisa bicara

Jika aku bisa bicara

jika aku bisa bicara maka akan ku ungkapkan semuanya
jika aku bisa bicara maka akan ku buktikan
jika aku bisa bicara maka akan ku yakinkan

namun semuanya terkunci rapat
terkunci rapat sedalam dalam nya hati
bagai kutukkan dan luka  yang tidak pernah akan sembuh
yang menjalar bagai parasit dalam batin dan tubuh

jika aku bisa bicara maka akan ku renggut hati mu
namun hanya andai ku temukan diriku dalam hatimu

jika aku bisa bicara maka akan ku tunjukkan
rasa dalam diri ku kepada dunia
apa dayanya jika hati telah terkunci dalam2 bagai hamparan padang pasir yang kering dan tandus beratus tahun

jika aku bisa bicara maka akan ku tanya kepada dunia
apakah dia berbentuk atau hanyalah maya dan tidak berbentuk
telah bertahun tahun aku mencari tempat berlindung di antara rumah-rumah yang megah hingga sekarang
tapi tetap tidak menemukan jawabannya
apakah jawabannya bukan dalam rumah yang megah itu? apakah rumah megah itu hanyalah ilusi harapan akan jawaban hati ku??

jika aku bisa bicara maka akan ku ubah dan kuisi aku dalam hatimu
namun keaadan malah berbalik hati ku dan hari-hariku di isi dengan memikirkan mu. Memikirkan layaknya seorang ayah yang takut kehilang putri nya!! Ha ha ha sungguh bodoh dan naif untuk seorang laki-laki yang sejak kecil tidak pernah merasakan manis dan hanya merasakan asin, memikirkan engkau hingga sakit dan tidak nafsu makan.

jika aku bisa bicara maka akan ku ungkapkan isi hati ku
tapi apa dayanya jika hatiku takut akan kehilangan dirimu
biarlah rasa ini dan cerita ini hanya tersimpan dan terkunci dalam hatiku
luka yang tertanam dalam hatiku akan sembuh hanya dengan melihat tawa dan riang semangat mu…

May 25, 2009 Posted by hendragoh | My Story, Poem | | No Comments Yet

Apakah Cinta itu?

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal – iman, keberanian, dan pengharapan – penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.

Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

Mar 21, 2009 Posted by hendragoh | My Story | | 2 Comments

Arti Sebuah Maaf

Para psikolog mengatakan bahwa meminta maaf adalah bentuk terapi memulihkan rusaknya hubungan antar manusia.

Tetapi kenapa kita kadang untuk melontarkan permintaan maaf yang tulus, bingung dan panik melakukannya?

Mengapa banyak pasangan memilih berpisah atau beberapa karyawan memilih cari tempat baru, padahal permasalahan yang dihadapi dapat lenyap hanya dengan mengucapkan maaf.

Menurut Dr. Dolly Hollander, sulitnya berkata maaf ternyata ada sangkut pautnya dengan dengan cara orang tua membesarkan kita.

Kata maaf itu tidak mahal.

Bahkan kadang tidak kita sadari berserakan di berbagai kalimat percakapan. Tapi saat dihadapkan pada keadaan yang serius, setelah kita berbuat sesuatu yang fatal, seringkali perkataan tersebut sulit sekali keluar.

Jika Anda termasuk yang sering mengalami hal demikian , mudah-mudahan trik-trik di bawah ini berguna bagi Anda:

“Pemilihan waktu yang tepat”
Untuk suatu masalah yang besar, hadapi orangnya, tatap matanya dan berikan penjelasan yang diperlukan.

Jika persoalan terjadi di kantor, segera meminta maaf sebelum bos atau klien menyadari kesalahan Anda. Hal ini akan membuat Anda tampak lebih teliti.

Hindari minta maaf saat seseorang sedang marah. Bisa jadi permintaan maaf Anda tidak diterima. Temui dan jelaskan duduk perkaranya beberapa hari kemudian. Saat itu kemarahan pasti sudah berkurang.

“Beri penjelasan”
Setelah mengaku kesalahan, beri penjelasan pada orang yang telah Anda
sakiti. Yakinkan Anda tidak bermaksud buruk. Langsung minta maaf menunjukkan
keseriusan Anda.

“Sadari kesalahan”
Rela mengakui kesalahan dan mau bertanggung jawab. Mulailah dengan ucapan
tulus dan langsung pada permasalahan. Ini membuat orang yang terluka mau
menerima dan memaafkan.

“Tawarkan perbaikan”
Agar lebih sempurna, tawarkan menggantikan kerugian yang terjadi walau hanya sebagai pemanis. Jika memang kesalahan Anda mengakibatkan kerugian bagi dia. Bisa juga dengan mengirim pesan atau hadiah.

Mar 21, 2009 Posted by hendragoh | My Story, News | | No Comments Yet